Gigi Donna Penerus Gigi Buffon

Gianluigi Donnarumma dianggap sebagai talenta terbaik Italia pada saat ini dan diharapkan mampu meneruskan capaian-capaiannya kedepan.

Bicara sosok penjaga gawang, nampaknya Italy adalah negara yang sangat beruntung karena setiap periodenya lahir penjaga gawang handal yang sukses berkarir di klub besar seperti Juventus, AC Milan, Inter Milan, hingga Lazio. Sebut saja Dino Zoff, legenda besar sepakbola negeri pizza yang berhasil membawa Italia menjadi juara dunia tahun 1982.

Selain Zoff, masih banyak penjaga gawang berprestasi asal Italia lainnya seperti Gianluca Pagliuca, Fransesco Toldo, Angelo Peruzzi, hingga saat ini salah satu legenda yang masih aktif bermain, Gianluigi Buffon. Buffon hingga kini masih memegang takhta sebagai penjaga gawang nomor satu di Italy, namun tak akan lama lagi Buffon harus turun dari jabatannya sebagai penjaga gawang nomor satu sekaligus kapten tim nasional Italia prediksi bola karena sudah termakan usia.

Tak menunggu hingga bertahun-tahun lamanya, calon legenda baru penjaga gawang telah menghiasi belantika sepakbola Italia, Gianluigi Donnarumma yang digadang-gadang akan menjadi suksesor dari Buffon. Kiper muda AC Milan tersebut kemudian secara cepat disandingkan dengan Buffon yang saat ini baru berusia 18 tahun.

Sejak tampil secara regular di AC Milan tahun 2015 lalu, Donnarumma hampir tidak pernah absen menjaga gawang AC Milan sebagai tembok terakhir. Ditemukan oleh pelatih AC Milan kala itu, Sinisa Mihajlovic, Donnarumma terus memberikan kejutan melalui berbagai penyelamatan hebat dan heroik yang dilakukannya.

Asli Lulusan Akademi AC Milan

Donnarumma mengikuti jejak sang kakak yang juga merupakan produk akademi AC Milan, Antonio Donnarumma, namun bisa dikatakan sangat berbeda nasib. Jika sang kakak kerap kali dipinjamkan ke beberapa klub sebelumnya khirnya dijual ke Genoa karena dianggap belum mampu untuk bersaing dengan tim utama yang saat itu masih diisi oleh penjaga gawang andalan seperti Christian Abbiati dan Nelson Dida.

Berbeda dengan Antonio, Gigi Donna justru mampu menunjukkan kepiawanannya menjaga gawang di usianya yang belum genap berusia 17 tahun. Alhasil dirinya dipercaya untuk menjadi penjaga gawang utama sepeninggal Diego Lopez  dari AC Milan.

Bahkan, di awal kompetisi tahun 2016/2017, Donnarumma langsung memberikan kekecewaan berat kepada Mihajlovic yang sudah menyebrang untuk menjadi pelatih Torino. Kekecewaan tersebut dikarenakan Donnarumma berhasil memblok sepakan pinalti Belloti (penyerang Torino) yang kali itu dijamu AC Milan dan memberikan kekalahan tipis bagi Torino dengan skor 3-2 untuk AC Milan.

Regenerasi Kiper Timnas Italia

Hadirnya Gigi Donna sebagai kiper muda AC Milan membuat regenerasi di tim nasional Italia untuk posisi penjaga gawang berjalan dengan baik. Namun dengan usianya yang masih muda, Donnaruma belum dipastikan akan menjadi penjaga gawang nomor satu bagi tim nasionalnya. Donnarumma masih harus bersaing dengan penjaga gawang sekelas Mattia Perin yang juga sempat digadang-gadang sebagai salah satu penjaga gawang muda bertalenta.

Jika melihat peluang antara kedua kiper tersebut, sepertinya Donnarumma lebih berpeluang menempati psisi sebagai penjaga gawang nomor satu ketimbang Perin. Hal tersebut dikarenakan Donnarumma berada dalam klub yang lebih baik ketimbang Perin, yang tentu saja secara psikologis mempengaruhi mental seorang pemain, terlebih klub besar biasanya memiliki kompetisi yang lebih ketat antar pemain.

Di AC Milan juga sebenarnya masih ada satu sosok penjaga gawang yang dianggap bisa menutupi Donnarumma jika suatu saat tidak bisa tampil karena cedera atau bahkan pergi dari klub agen togel online, yaitu Plizzari. Plizzari juga jebolan akademi AC Milan yang kemudian dipromosikan sebagai penjaga gawang kedua AC Milan setelah Donnaruma, sementara posisi kiper ketiga diisi oleh penjaga gawang senior, Marco Strorari.