Category Archives: medali emas

George dan Jack Brown, Pemain Sepak bola Indonesia Keturunan Inggris

Published / by arbeeta

Akhir-akhir ini wajah tampan dua pemain sepak bola Indonesia keturunan Inggris, dua bersaudara George dan Jack Brown kerap menghiasi berbagai berita sepak bola.

Jika kamu suka mengikuti berita sepak bola U-19 di tim nasional Indonesia, nama George dan Jack Brown pasti sudah tidak asing lagi di telingamu. Berita dari skuad tim Garuda Muda ini memang selalu patut untuk disimak. Di tim taruhan bola yang saat ini dilatih oleh Indra Sjafri, selalu ada bibit-bibit muda yang akan menjadi ujung tombak tim nasional sepakbola Indonesia di masa yang akan datang. Beberapa waktu lalu, timnas U-19 menorehkan prestasi luar biasa yang menarik minat seluruh rakyat Indonesia. Tidak heran jika Indra Sjafri dan tim selalu berupaya menarik bibit-bibit baru berusia muda untuk dunia persepakbolaan Indonesia.

Sekitar dua bulan lalu, nama George dan Jack Brown muncul di media nasional. Saat itu merupakan bulan-bulan dimana timnas U-19 membuka kesempatan seleksi. Dua remaja yang berdomisili di Inggris ini pun ikut dipanggil untuk seleksi. Kontan saja Brown bersaudara ini menjadi buah bibir oleh publik Indonesia. Selain memiliki kemampuan sepak bola di atas rata-rata remaja biasa pada umumnya, Brown bersaudara memiliki wajah tampan khas keturunan campuran. Postur tubuh mereka yang tinggi dan tegap semakin menambah pesona yang dimiliki dua remaja bersaudara ini. Siapakah sebenarnya mereka berdua?

Ibu George dan Jack Brown Orang Indonesia Asli

Dua bersaudara George dan Jack Brown lahir dari pasangan beda negara. Ayahnya merupakan warga negara Inggris bernama Lance Brown. Mereka lahir dari ibu berkebangsaan Indonesia bernama Indah Brown. Tempat kelahiran mereka di Jakarta, tepatnya apda 2 November 2001. Oleh karena itu mereka juga memiliki kewarganegaraan Indonesia sehingga dipanggil seleksi Timnas. Ibu dari dua bersaudara tampan ini menuturkan bahwa mereka berdua sudah menyukai sepak bola sejak usia dini. Mereka sering berlatih sepak bola di halaman rumah.

Tidak hanya untuk bermain, George dan Jack Brown sudah menekuni dunia sepak bola secara profesional. Mereka berdua pun sudah memiliki prestasi yang sangat membanggakan. Jack sendiri pernah bergabung di sekolah sepak bola yang didirikan oleh Manchester United di Dubai yaitu Manchester United Soccer School. Di sekolah tersebut, Jack Brown berhasil meraih penghargaan pemain terbaik pada tahun 2006. Ketika masih di bangku elementary school, kedua Brown Bersaudara ini juga sering mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik. Dengan semua prestasi itu, tidak heran jika mereka dipanggil untuk seleksi timnas U-19.

George dan Jack Brown Tidak Lolos Timnas, Tapi Tetap Bangga

Setelah mendapatkan panggilan untuk seleksi timnas U-19, mereka berdua pun memenuhi undangan tersebut. Seperti halnya calon pemain lain, Brown bersaudara pun mengikuti camp dan proses seleksi lainnya seperti halnya pemain yang lain. Pada hari  Rabu, 12 April 2017 pelatih timnas U-19 Indra Sjafri telah mengumumkan 32 orang yang lolos proses seleksi tersebut. Sayangnya dari puluhan nama remaja di bawah 19 tahun tersebut, nama George dan Jack Brown tidak ada. Menurut sang Ibu, anaknya sempat mengalami sedikit rasa kecewa saat tahu bahwa mereka tidak lolos timnas.

Menurut mereka, faktor cuaca Indonesia yang jauh berbeda dari Eropa menjadi salah satu alasan yang membuat penampilan Brown bersaudara kurang maksimal. Dua bersaudara Brown tetap mengaku senang dan bangga karena diperhitungkan untuk mengikuti seleksi togel singapore. Mereka pun berharap dapat masuk timnas Indonesia pada kesempatan berikutnya. Semoga saja keinginan dua remaja ini untuk membela Indonesia di kancah Internasional bisa terwujud di masa yang akan datang.

Bonus Atlet Alami Kendala?

Published / by arbeeta

Pemberian bonus untuk atlet berprestasi atau yang meraih juara ternyata mengalami kendala atau hambatan yang cukup serius

Menjadi atlet berprestasi merupakan sebuah kebanggaan, apalagi jika sudah bisa mengharumkan nama orangtua serta bangsa. Lebihnya lagi pemerintah selalu menjanjikan bonus bonus yang bernilai tinggi untuk mereka yang berprestasi tanpa memandang siapa dan dari mana. Atlet pun merasa termotivasi dan ingin sebanyak banyaknya meraih gelar juara. Sayangnya ternyata bonus yang dijanjikan sering kali terlambat datang atau malah hanya omongan semata. Banyak atlet di Indonesia yang masih belum mendapatkan bonus yang sebenarnya adalah hak mereka yang sudah menjadi juara atau mengharumkan nama Indonesia dan daerah. Ada banyak sekali alasan mengapa bonus bisa sampai tersendat dan lain sebagainya. Lalu harus bagaimana?

Bonus Peraih Medali PON Asal Jateng Belum Cair

Sayang sekali kabar miring mengenai atlet Indonesia beredar dan itu tidak mengenakan. Diberitakan bahwa bonus yang diberikan untuk atlet asal Jawa Tengah yang berhasil mendapatkan medali di PON XIX ternyata menghalami hambatan untuk dilunasi. Pelunasan bonus tersebut kemudian dialasani karena sang atlet menggunakan doping sehingga pemberian semua bonus terpaksa ditunda. Ketua KONI Jawa Tengah, yaitu Pak Hartono mengatakan bahwa atlet yang meraih medali emas PON baru mendapatkan bonus dengan jumlah 40 persen saja yang bersumber dari pemerintah provinsi. Hartono menegaskan  pada hari minggu kemarin ketika ditemui oleh beberapa media. Dijelaskan juga bahwa sisanya akan dibayarkan pada bulan Februari mendatang.

Hal ini terjadi karena ada masalah yang sedang dihadapi oleh atlet tersebut, yaitu terkait dengan adanya kasus penggnaan doping. Dengan demikian maka pelunasan bonus akan ditu da hingga waktu yang sudah dotentukan oleh pihak pemerintah. Jika nantinya ada keputusan final menge ai kasus tersebut dan atlet terbukti menggunakan doping dalam melakukan permainan maka bisa jadi akan ada konsekuensi yang harus diterima oleh atlet. Yang paling berat adalah pencabutan medali serta bonus yang sudah diberikan oleh pihak pemerintah. Ini menjadi pembelajaran bagi atlet jika benar kasus tersebut terbukti secara hukum yang ada dan yang sedang ditempuh oleh pihak pemerintah dalam menjalankan penyelidikan.

Penggunaan Doping dalam PON XIX

Sebelum mencuat kasus ini, Hartono menjelaskan bahwa pihak KONI sedang melakukan konsultasi juga dengan pihak pemerintah mengenai bagaimana mekanisme yang akan dilakukan jika terbukti dan bonus harus dikembalikan. Selain itu, di dalam pekan olahraga nasional XIX atau PON, ketua umumnya, Ahmad Heryawan atau juga Aher mengatakan ada sekitar 12 atlet yang terbukti dan positif menggunakan doping saat melakukan pertandingan dan ikut serta kompetisi POn. Sedangkan dalam laga pekan Paralimpik nasional atau peparnas, ada dua atlet peparnas yang juga positif dinyatakan menggunakan doping. Semuanya ini terbukti secara media dan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya oleh pihak panitia.

Ada tiga atlet dari Jawa Tengah yang terbukti menggunakan doping judi online. Masing masing adalah mereka yang mendapatkan medali emas binaraga yaitu Mualipi, kemudian ada Mheni yang meraih medali perak Binaraga, serta Jentri Turangan yang menjadi peraih medali emas untuk cabang berkuda. Jika demikian adanya maka bisa jadi jawa tengah akan batal menerima banyak bonus karena jawa tengah sendiri menempati urutan ke empat pada ajang olahraga empat tahunan tersebut. Jika benar dan terbukti, bdberapa puluh juta akan melayang dan gagal dicairkan sebagai bonus untuk atletnya. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan kasus ini hingga tuntas dan jelas